Mantap Jiwa ! Indonesia Menduduki Peringkat 1 Pada Tingkat ASEAN Bidang Publikasi Ilmiah

Jumlah publikasi ilmiah di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bahkan, jumlah publikasi ilmiah Indonesia tersebut berhasil melampaui Malaysia dan negara pada ASEAN yang lainnya.

“Jumlah publikasi ilmiah Indonesia telah berada di angka 44735 Publikasi . Posisi tersebut telah melebihi Malaysia, yang tahun lalu posisinya di atas Indonesia,” Sumber sinta.ristekbrin.go.id , Jumat (17/04/20).

Peningkatan jumlah publikasi ilmiah tersebut, berhasil membawa Indonesia berada di ranking pertama dalam jumlah publikasi ilmiah pada ASEAN BENCHMARKING yang Sebelumnya Indonesia berada di posisi kedua

Di urutan pertama, Indonesia dengan jumlah 44735 Publikasi. Posisi kedua disusul oleh Malaysia dengan 36498 Publikasi. Sedangkan yang ketiga adalah Singapore dengan 23215 publikasi. Selanjutnya, ada Thailand yang menempati urutan ke-empat dengan 19684 Publikasi. Diposisi ke lima ada Vietnam dan diposisi ke-enam atau terakhir ada Philiphina. Hal ini bisa saja berubah sewaktu-waktu, karena publikasi disetiap Universitas di Dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Read More

Pentingnya Publikasi Ilmiah

SALAH satu peran dosen adalah berkewajiban menyampaikan pengetahuan yang dimiliki kepada mahasiswanya tetapi juga berkewajiban mengembangkan pengetahuan dan terus menerus menambah wawasan yang dimilikinya. Salah satunya dengan membuat karya ilmiah yang dapat di publikasikan.

Publikasi ilmiah adalah suatu upaya untuk mempublikasikan suatu karya pemikiran seseorang atau kelompok dalam bentuk Jurnal atau artikel. Publikasi ilmiah yang dilakukan oleh dosen pada dasarnya merupakan wujud untuk meningkatkan kreatifitas dalam bidang penulisan ilmiah supaya bisa memberikan ilmu atau pengetahuan kepada pembacanya. Assoc. Prof. Dr. Ir. Untung Rahardja M.T.I., MM (Pendiri Yayasan – Universitas Raharja, 2020) menyebutkan bahwa kegiatan publikasi ilmiah adalah salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan mutu seorang dosen dalam bidang publikasi (08/04/20).

Di Indonesia, kegiatan publikasi ilmiah di kalangan dosen mulai terjadi pada pertengahan tahun 90-an. Hingga saat ini Indonesia menduduki peringkat 1 pada SINTA ASEAN BENCHMARKING dengan jumlah publikasi sebanyak 44602 Publikasi Ilmiah.

Tidak hanya dosen saja yang membuat publikasi ilmiah, para mahasiswa pun turut ikut membuat publikasi ilmiah. “Dari pada hasil karya tulis ilmiah dipajang saja di perpustakaan, akan lebih baik jika di publikasikan supaya bisa memberikan ilmu dan pengetahuan kepada pembacanya dan juga bisa meningkatkan publikasi ilmiah” sebut, Assoc. Prof. Dr. Ir. Untung Rahardja M.T.I., MM (Pendiri Yayasan – Universitas Raharja, 2020).

Dirjen Dikti mengeluarkan surat edaran bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 wajib menulis ringkasan karya ilmiah dan diterbitkan, baik dalam jurnal online maupun jurnal cetak.

Dari surat edaran tersebut Pandawan membuat Roadshow Joint Bootcamp dengan tema “The Use Of Artificial Intelligence Insuporting The Development Of Management Information Systems And Human Resources On Society 5.0 ”. Untuk meningkatkan karya tulis ilmiah yang bisa dipublikasikan pada SINTA maupuan SCOPUS.

Dalam penulisan artikel e-journal, judul dalam bahasa Indonesia ditulis maksimal 14 kata, sedangkan dalam bahasa Inggris 10 kata. “Judul harus sesuai dengan isi arikel tersebut” Sebut Qurotul Aini, S.Kom., M.T.I

Selanjutnya yang diperhatikan adalah jumlah halaman, maksimal cukup 6—12 halaman saja.  Hal penting lainnya adalah penulisan abstrak.

“abstrak secara singkat menceritakan isi artikel tersebut berisi 150-250 kata dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris”.

Pada dasarnya, jurnal ilmiah berisi ide dasar penelitian, proses penelitian, hasil penelitian, pemanfaatan atau pengimplementasian dan kesimpulan . Isi dan lingkup artikel sebuah jurnal itu sama dengan isi tulisan tugas akhir yang disajikan dalam bentuk artikel bukan laporan penelitian.

Read More